|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Sabtu, 06 September 2008 |
|
Soetrisno Bachir (lahir 10 April 1957) adalah seorang pengusaha dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) untuk periode 2005-2010.
Soetrisno Bachir selama ini dikenal sebagai pengusaha. Dia -bersama kakaknya, Kamaluddin Bachir- berkibar dengan bendera Ika Muda Group yang bergerak di bidang perudangan dan properti (realestat).
Melalui grup itu pula dia merintis usaha surat kabar yang kemudian berkembang menjadi harian Republika. Dia kemudian mengembangkan bisnis sendiri dalam bidang bisnis investasi melalui Sabira Group. Kini, dia menjadi salah seorang di antara sedikit pribumi di papan atas bisnis investasi yang memerlukan kecermatan tinggi.
Soetrisno memang lahir dari keluarga pedagang di Pekalongan, Jawa Tengah, 10 April 1957. Keluarganya anggota Muhammadiyah, namun punya garis NU dari salah satu pihak. Dalam organisasi, pria yang dikenal dengan inisial SB tersebut aktif di PII (Pelajar Islam Indonesia) dan HMI. Di Muhammadiyah, dia menjadi anggota Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah. Dia juga sempat menjadi seorang tokoh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).
Ketika Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) lahir, SB termasuk yang memberikan banyak dukungan. Para aktivis HMI, Muhammadiyah, serta PII dalam kurun 25 tahun terakhir umumnya sangat mengenal nama SB. Ketika memerlukan dukungan untuk mengadakan kegiatan, mereka sering datang ke SB. Sepanjang rencana kegiatannya bermanfaat jelas, biasanya mereka tidak pulang dengan tangan hampa. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Sabtu, 06 September 2008 |
|
Namanya mulai mencuat ke kancah perpolitikan Indonesia pada saat-saat akhir pemerintahan Presiden Soeharto sebagai salah satu orang yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah. Setelah partai-partai politik dihidupkan lagi pada masa pemerintahan Presiden Habibie, Amien Rais ikut mendeklarasikan Partai Amanat Nasional (PAN). Ia menjabat sebagai Ketua Umum PAN dari saat PAN berdiri sampai tahun 2005.
Sebuah majalah pernah menjulukinya sebagai "King Maker". Julukan itu merujuk pada besarnya peran Amien Rais dalam menentukan jabatan presiden pada Sidang Umum MPR tahun 1999 dan Sidang Istimewa tahun 2001. Padahal, perolehan suara partainya, PAN, tak sampai 10% dalam pemilu 1999. |
|
Selengkapnya...
|
|
|